Dark
Light

[idea@work] Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

7 mins read
June 20, 2013

Catatan Editorial: Kolom idea@work yang hadir atas kerja sama dengan Idea Imaji kali ini akan membahas tips untuk menjalankan kontes di media sosial. Untuk apa menjalankan kontes di media sosial dan bagaimana tipsnya? Ada di artikel berikut. Selamat membaca.

Apakah Anda like FB Page atau mungkin Anda follow beberapa akun Twitter suatu brand tertentu? Apakah Anda sering memperhatikan brand-brand tersebut ketika sedang mengadakan kontes? Atau pernahkah Anda mengikuti salah satu kontes yang brand selenggarakan? Saya pernah mengikuti beberapa kontes yang diselenggarakan di media sosial, tentunya dengan harapan bisa memenangkan salah satu hadiah yang ditawarkan.

Apapun hadiahnya, gadget, voucher belanja, atau paket produk sekalipun, faktanya hampir semua orang menyukai kontes. Setuju?

Sayangnya masih banyak bisnis yang menganggap bahwa mengadakan suatu kontes di media sosial bukanlah sebagai teknik pemasaran yang efektif. Salah satu alasannya mungkin karena mereka pikir menyelenggarakan suatu kontes itu mahal, memakan waktu dan secara keseluruhan tidak layak. Namun sesungguhnya, media sosial menawarkan media yang sempurna untuk menjalankan kontes dengan alasan sebagai berikut :

1. Membangun Komunitas

Melalui sebuah kontes yang dijalankan secara efektif, mampu membangun fanbase yang kuat. Orang-orang mungkin tidak tahu tentang suatu merek atau suatu bisnis sampai mereka telah mendengar tentang hal itu setelah keluarga mereka, teman-teman dan kelompok sosial berbagi melalui sebuah kontes yang diikuti oleh salah satu dari mereka.

Sumber: unifebe.edu.br.

2. Menjadi Sebuah Insentif Bagi Kontestan

Sebuah kontes adalah cara yang bagus untuk menarik kontestan agar mengikuti akun media sosial suatu brand. Suatu kontes memberi mereka alasan yang kuat untuk melakukannya dan hadiah yang ditawarkan dalam suatu kontes menjadi sebuah insentif atas tindakan mereka tersebut.

 

Sumber: windmillnetworking.com.

3. Membangun kesadaran dari masyarakat atau awareness

Sebuah kontes adalah cara yang bagus untuk membangun kesadaran, baik itu kesadaran tentang keberadaan suatu produk ataupun kesadaran tentang keberadaan suatu media sosial dari suatu brand. Hal ini bisa terjadi karena adanya fitur ‘share’ dalam platform kontes, yang mendorong kontestan untuk menyebarkan berita mengenai kontes dan tentunya akan meningkatkan awareness dari orang-orang yang melihat berita tersebut.

4. Meningkatkan angka penjualan

Alasan terpenting dari penyelenggaraan suatu kontes adalah, setelah membangun komunitas dan membangun kesadaran masyarakat, adalah meningkatkan penjualan produk dari perusahaan. Penyelenggaraan suatu kontes yang efektif, misalnya dengan menjadikan paket produk sebagai salah satu hadiah, dapat menjadikan para pemenang kontes terus menggunakan produk Anda, menceritakan manfaat produk kepada komunitasnya, dan kembali untuk terus membeli produk perusahaan, selain karena alasan kepuasan, tapi juga karena alasan emosional. Memenangkan hati pelanggan akan menjadikan brand perusahaan satu langkah lebih maju dibandingkan dengan brand kompetitor.

5. Meningkatkan engagement

Sebuah kontes yang dijalankan secara efektif adalah cara terbaik untuk meningkatkan engagement pada halaman media sosial suatu brand. Ketika suatu brand sudah menarik penggemar baru yang relevan, tentunya akan membantu untuk meningkatkan komentar, share, retweets, likes, pin.

Sumber : Techinasia.com.

Mereka yang relevan dengan halaman media sosial suatu brand, akan menjadi pengikut setia untuk melihat apa yang terjadi di dalam halaman Anda. Disinilah tim media sosial wajib menjadi teman, pendengar yang baik, dan menjadi pemberi masukan bagi para penggemar baru agar mereka tetap setia dengan halaman media sosial Anda.

Untuk mencapai berbagai tujuan yang diharapkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan dan pelaksanaan suatu kontes di media sosial :

  1. Tentukan budget, jenis kontes, dan waktu pelaksanaan kontes

Penentuan budget adalah hal yang paling krusial, karena hal ini berkaitan dengan anggaran perusahaan Anda. Budget ini meliputi pembuatan aplikasi, pembelian domain, pembuatan design, maintenance, pemilihan media buying dan tentunya untuk keperluan penyediaan hadiah bagi para pemenang kontes nanti. Jangan berfikiran bahwa mengadakan kontes hanya akan membuat anggaran pemasaran perusahaan anda membengkak. Mengenai anggaran sangat bisa disesuaikan, misalnya saja anggaran untuk hadiah. Tidak perlu selalu memberikan hadiah yang mahal seperti gadget atau tiket liburan ke luar negeri, dengan memberikan hadiah semacam tiket konser atau voucher belanja, bahkan paket produk dari perusahaan brand itu sendiri sudah cukup untuk membuat orang bersemangat dalam mengikuti kontes. Yang perlu diperhatikan dalam penganggaran hadiah adalah bahwa hadiah kontes harus sesuai dengan besarnya usaha yang dibutuhkan oleh fans untuk dapat memenangkan kontes.

Banyak macam kontes yang bisa diselenggarakan. Foto kontes, kontes yang berupa teks misalnya menjawab pertanyaan ataupun berupa blog contest, kontes video, sweepstakes, atau beberapa kontes kreatif lainnya yang semakin berkembang seiring dengan teknologi yang ada.

Penentuan waktu kontes juga menjadi hal yang penting sebelum mengadakan sebuah kontes. Pemilihan waktu dan durasi pelaksanaan kontes yang akurat dapat turut menentukan kesuksesan dari berlangsungnya suatu kontes. Misalnya, kita bisa memilih waktu pelaksanaan kontes pada saat Valentine, Hari Raya Idul Fitri, musim liburan sekolah, dengan durasi yang tentunya disesuaikan dengan jenis dan tema kontes.

  1. Tentukan media yang akan dipilih sebagai tempat pelaksanaan kontes.

Dari begitu banyak media sosial yang ada dan begitu banyak tools untuk pelaksanaan kontes, maka pemilihan media yang tepat turut menjadi pertimbangan dalam keberhasilan suatu kontes. Dalam penentuan media bisa kita lihat dari berbagai sumber laporan yang berkaitan dengan media sosial yang kita kelola. Misalnya jika mayoritas fans lebih banyak membuka media sosial melalui PC, maka penggunaan microsite sebagai media kontes memungkinkan untuk mendapatkan jumlah visitor maupun submission yang cukup banyak, sebaliknya jika fans lebih banyak menggunakan media sosial via mobile, maka penggunaan media sosial yang mudah diakses via mobile akan lebih memudahkan untuk dijangkau oleh calon peserta kontes. Jenis kontes yang akan diadakan, misalnya kuis trivia, kontes foto, atau kontes video pun menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan media kontes. Beberapa media kontes yang bisa kita pilih misalnya :

a. Facebook

Dengan berbagi alasan, Facebook adalah sebuah media yang luas untuk pelaksanaan berbagai macam kontes, misalnya begitu banyak tools bawaan Facebook yang dapat dieksplorasi, terdapat lebih dari satu juta pengguna Facebook yang aktif, penyelanggara kontes dapat mengiklankan kontes yang diselenggarakan dengan menggunakan FB adds dengan penyesuaian target dan tentunya dengan biaya yang bisa diatur. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan kontes di Facebook misalnya peraturan dan regulasi dalam penyelenggaraan kontes dan penggunaan  third-party app agar penyelenggara kontes dapat melaksanakan kontesnya di Facebook

b. Twitter

Twitter adalah sebuah platform yang cukup sukses sebagai media dalam penyelenggaraan suatu kontes. Fungsi Retweet, hashtag, kemudahan akses via mobile dan cepatnya arus informasi di Twitter, menjadikan pelaksanaan kontes di Twitter mampu meningkatkan buzz dari suatu brand yang menjadi penyelenggara kontes. Namun sebelum menyelenggarakan kontes, jangan lupa pula untuk memperhatikan peraturan dan regulasi yang diberlakukan oleh pihak Twitter.

c. Pinterest

Pinterest sepertinya memang sebuah social network yang diciptakan untuk penyelenggaraan suatu kontes. Dengan Pinterest, kontes begitu mudah untuk diikuti, hanya dengan simple tagline ‘Pin to Win!’ menjadikan kontes yang diadakan di Pinterest menjadi menarik. Jika anda bergerak di bidang retail misalnya pakaian, perhiasan, furniture, atau barang berwujud lainnya, maka Pinterest akan sangat tepat Anda gunakan sebagai media kontes. Sama halnya dengan Facebook dan Twitter, Pinterest pun memiliki aturan khusus dalam penyelenggaraan kontes, untuk itu pastikan anda pun membuat terms and condition yang tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.

d. Instagram

Jika anda ingin menyelenggarakan kontes foto via mobile atau dengan target peserta kompetisi adalah hanya pengguna smartphone dengan OS tertentu, maka Instagram adalah media yang tepat untuk dijadikan sebagai media pelaksanaan kontes. Keunggulan Instagram terletak pada penggunaan tagar untuk tiap foto. Penggunaan tagar ini membantu anda untuk tracking dari kontes yang akan dijalankan. Dan tak perlu khawatir, sekarang sudah tersedia alat analisa untuk melihat insight dari platform Instagram ini.

e. YouTube

Menyelenggarakan video kontes di Youtube tidak semudah seperti melaksanakan kontes di 4 platform social media yang sudah disebutkan sebelumnya, tentu saja karena untuk mengikuti kontes video, dibutuhkan usaha yang lebih dibandingkan dengan mengikuti kontes foto, teks, atau sweepstakes. Namun jangan khawatir, jika brand memiliki pengikut setia dan jika ide kontes yang sudah dipersiapkan secara matang sehingga memudahkan fans untuk mengikuti kontes video ini, maka kontes YouTube dapat memberikan keuntungan dan meningkatkan awareness terhadap suatu brand. Ada beberapa pedoman dan informasi mengenai YouTube dan beberapa tips dari Google untuk penyelenggaraan kontes di Youtube.

  1. Membuat filter untuk tiap kontes yang dilaksanakan.

Sumber: socialmediaexaminer.com.

Filter yang dapat digunakan misalnya menggunakan Facebook app install jika kontes diselenggarakan di Facebook, atau dengan membuat form pendaftaran yang harus diisi dengan data lengkap, jika kontes diselenggarakan menggunakan microsite. Mengapa kita perlu membuat filter seperti ini? Mudahnya bagi orang untuk membuat account e-mail dan akun media sosial palsu untuk mengikuti suatu kontes agar probabilitas kemenangan menjadi lebih tinggi, membuat para penyelenggara kontes perlu memperhatikan pembuatan filter semacam ini.  Selain filter-filter tersebut, penyelenggara kontes juga dapat membuat filter melalui aturan main yang jelas, sehingga jika terjadi kecurangan akan memperkecil terjadinya perselisihan antara penyelenggara dan para kontestannya.

  1. Menambahkan fitur share untuk kontes yang sedang dilaksanakan

Sumber: Socialmediaexaminer.com.

Fitur share merupakan wujud brand dalam menghargai kontestan yang mengundang teman-teman mereka untuk berpartisipasi dalam kontes yang diselenggarakan. Pemilihan pemenang secara acak dapat meningkatkan visibilitas campaign dan dapat memperbesar kemungkinan untuk menarik peserta yang tidak memiliki nilai bagi bisnis brand.

  1. Pilihlah pemenang dengan bijak

Ada beberapa metode dalam pemilihan pemenang kontes, misalnya untuk kontes foto biasanya menggunakan sistem voting oleh sesama peserta, atau untuk kuis biasanya menggunakan sistem penilaian melalui akumulasi point. Metode penentuan pemenang ini tentunya dapat meningkatkan engagement dan viralitas dari suatu kontes, namun metode-metode tersebut sangat rentan dengan munculnya kecurangan, dan munculnya para peserta palsu yang sebenarnya hanya tertarik untuk memenangkan hadiah utama dan sebenarnya tidak memiliki ketertarikan sedikitpun terhadap brand penyelenggara kontes.

Sumber: Socialmediaexaminer.com.

Dalam setiap penyelenggaraan kontes, pemilihan pemenang adalah tahap terberat yang memerlukan banyak pertimbangan. Untuk itu ada baiknya pihak penyelenggara sudah mencantumkan dalam peraturan kontes bahwa pemilihan pemenang adalah berdasarkan keputusan juri, atau berbagai parameter lain yang dapat meminimalisir terjadinya kecurangan dan perselisihan.

  1. Pilihlah tim media media yang tepat.

Sumber: salesforce.com.

Last but not least, pilihlah tim social media yang tepat yang dapat membantu brand untuk mencapai tujuan utama yang diinginkan. Dengan menyelenggarakan suatu kontes, tentu saja media media diharapkan dapat memperkenalkan perusahaan dan brand ke pelanggan potensial atau mungkin juga dapat meningkatkan penjualan. Bersamaan dengan itu pelaksanaan suatu kontes diharapkan juga dapat menjadi tempat bagi komunitas pelanggan untuk mendiskusikan produk atau jasa yang brand tawarkan. Untuk itu sangat diperlukan tim yang berdedikasi dan memiliki passion untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Jika perusahaan tidak memiliki tim social media khusus untuk melaksanakannya, sekarang ini sudah banyak agensi yang menawarkan jasa development, maintenance, konsultasi, bahkan analisa media sosial untuk berbagai brand perusahaan. Menggunakan tim internal ataupun tim dari luar perusahaan, pemilihan tim media sosial merupakan tahap yang tidak bisa disepelekan, karena akan berdampak pada strategi brand perusahaan.

Profil penulis:

Primanola Perdananti adalah seseorang yang tanpa sengaja kecemplung di derasnya arus dunia digital. Di dunia nyata, wanita periang yang hobby fotografi dan mendengarkan musik ini berprofesi sebagai Digital Strategist di Idea Imaji dan mahasiswi yang sibuk menyelesaikan kuliahnya. Sementara di dunia maya ia dapat dengan mudah ditemui di twitter @primnol atau lebih jauh tentangnya dapat dilihat di about.me/primanola.

 

 

 

[Gambar tumbnail]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Sambut Ulang Tahun Jakarta, Penggiat E-commerce Adakan Festival “Jakarta Great Online Sale”

Next Story

Instagram Hadirkan Fitur Rekam Video Singkat

Latest from Blog

Don't Miss

Twitter X

Setelah Twitter Ganti Nama, Merek Dagang “X” Ternyata Dipegang oleh Meta

Pada 23 Juli 2023, Elon Musk secara terbuka mengumumkan perubahan
Twitter rebranding jadi X

Elon Musk Ganti Nama dan Logo Twitter Jadi “X”

Elon Musk kembali mengumumkan perubahan drastis terkait Twitter. Melalui akun