Dark
Light

[idea@work] Penggunaan Instagram Dalam Digital Marketing

3 mins read
January 10, 2014

Catatan Editorial: Kolom idea@work yang hadir atas kerja sama dengan Idea Imaji kali ini akan membahas tentang penggunaan foto dalam aktifitas digital marketing di Instagram. Selamat membaca. 

Ingatkah Anda dengan ungkapan “one picture paints a thousand words”? Ketika seseorang membutuhkan media untuk menyampaikan pesan (conveying message) yang tersirat melalui media tulis atau cetak, maka penggunaan media berbasis visual menjadi sebuah kebutuhan mutlak, tidak terkecuali dalam aktifitas digital marketing.

Dalam memilih media berbasis visual ini, umumnya brand owner berpaling ke salah satu jenis media berikut: foto atau video. Dalam artikel ini, kita akan membahas penggunaan foto dalam aktifitas digital marketing. Lebih spesifik lagi, kita akan mengupas pemanfaatan aplikasi foto paling populer saat ini: Instagram.

Setelah dalam dekade terakhir beberapa website photo sharing seperti Flickr dan Picassa menjadi pemain utama di ranah digital, beberapa tahun belakangan ini, Instagram, sebuah media sosial berbasis gambar foto, menjadi kuda hitam dalam kompetisi di segmen tersebut dengan pertumbuhan mengejutkan.

Berdasarkan data expandedramblings.com, jumlah total pengguna Instagram per tanggal 8 September 2013 sebanyak 150 juta orang, dengan jumlah upload foto sebanyak 40 juta setiap harinya, serta 8500 likes dan 1000 comments per detik. Media sosial fotografi yang satu ini perlu dimanfaatkan keberadaannya.

Selain kemudahan dalam melakukan snapshot, Instagram juga memiliki keunggulan dalam konektivitasnya dengan social media populer lain seperti Facebook dan Twitter. Cukup dengan klik kamera handphone, foto bisa langsung Anda bagikan kepada followers dan friends Anda di FB dan Twitter. Terlebih lagi, Instagram juga dapat melakukan capture video, meskipun hanya dalam waktu yang singkat.

Namun, singkatnya durasi video ini malah menjadi keunggulannya, karena akhirnya user dipaksa untuk dapat kreatif, dan tidak akan banyak menyita waktu viewer. Fitur lainnya, Instagram mendukung penggunaan hashtag seperti di Twitter, dan hastag tersebut dapat mempermudah pencarian dan berbagi dengan user lainnya.

Beberapa fitur, keunggulan diatas mendorong pertumbuhan pengguna yang luar biasa, yang akhirnya menjadikan Instagram sebagai pilihan beberapa digital marketer untuk digunakan dalam aktifitas digital marketing-nya, terutama sebagai media untuk melakukan branding.

Dari berbagai macam implementasinya, kami membagi fokus penggunaannya dalam kegiatan branding menjadi beberapa poin sebagai berikut:

  1. Creating Personality

Instagram digunakan suatu brand untuk menunjukkan brand character dan tone. Contohnya Anda dapat melihat akun Istagram milik Nike.  Dengan hashtag menggunakan tagline #justdoit, Nike selalu conveying message tersebut melalui berbagai tema dalam setiap foto yang di-post, baik itu sport, nature, atau lainnya.

Foto dari akun Nike di Instagram dan pemanfaatannya untuk brand mesage ‘just do it’
Foto dari akun Nike di Instagram dan pemanfaatannya untuk brand mesage ‘just do it’
  1. Creating Community

Foto memiliki peranan yang besar dalam sebuah aktifitas pemasaran digital pada hampir semua brand. Penambahan foto pada konten mampu mendorong dan meningkatkan interaksi yang terjadi antara user dengan brand. Intensitas interaksi tersebut ini menumbuhkan ketertarikan dan rasa “dekat” dengan brand yang memudahkan sebuah brand community terbentuk.

  1. Unique Content

Instagram memberikan kesempatan dalam membuat content yang unik untuk komunitas di dalam Instagram. Banyak user dan brand membuat pengalaman yang eksklusif dengan menggunakan hashtags. Buatlah hashtag yang mengajak konsumen untuk ikut berpartisipasi. Contohnya akun official dari Dr. Martens (@drmartensofficial) yang mengajak followers-nya untuk share foto sepatu Docmart mereka dengan menggunakan hashtag #drmartenstyle, foto yang terpilih akan di-share di akun @drmartensofficial setiap harinya.

a

Setelah mengetahui beberapa fokus komunikasi yang dapat dilakukan menggunakan Instagram, berikut beberapa contoh kasus pada sebuah brand:

  1. Armani – #SibyArmani Perfume for women

Bersama dengan Chiara Ferragni, fashion blogger asal Milan dengan 1,5 juta followers  pada akun Instagram-nya (@chiaraferragni), Armani me-launch parfum terbarunya yang bernama “Si”. Armani menggunakan foto dan video dalam campaign Instagram-nya kali ini. Ferragni memiliki followers yang potensial dan merupakan fashionistas yang tentunya akan memiliki ketertarikan pada brand mahal asal Italia tersebut. Campaign ini berhasil memberikan engagement yang tinggi dan merupakan salah satu aktivasi digital pertama yang memanfaatkan Instagram.

c

Armani menggunakan foto dan video yang kualitasnya sama dengan yang digunakan pada campaign TVC konvensional. Hasilnya adalah foto yang video dengan kualitas terbaik pada pada sebuah media sosial fotografi.

  1. Heineken: Crack the US Open

Campaign Instagram milik Heineken: Crack the US Open mengusung nilai orisinalitas yang tinggi. Tidak seperti kebanyakan campaign pada instagram yang meminta user meng-upload foto, Heineken justru memberikan foto yang unik. Sebuah foto dipotong menjadi beberapa bagian yang berhubungan dan di-upload untuk memberikan sebuah “clue” pada user. Di campaign ini user diminta untuk mencari hal tertentu dari 200 mozaic foto. Jika berhasil menemukannya maka user akan mendapatkan hadiah berupa tiket US Open. Sekadar info, tiket US Open tidak mudah untuk didapatkan, oleh karena itu penggemar tenis dari seluruh US berburu tiket dalam campaign Heineken ini.

Hasilnya? Dalam tiga hari 1500 orang mengikuti kontes ini dan brand awareness Heineken pun naik. Kenaikan ini ditandai dengan naiknya followers akun sosial media Heineken sebesar 20% pada saat kompetisi ini berakhir.

1 d

Dengan segala keunikan yang berada di Instagram, aplikasi ini cukup menjanjikan untuk digunakan. Apakah brand Anda tertarik memanfaatkannya?

Gambar header: Instagram via Shutterstock. 

Sumber:

  1. Frasco, Stephanie. 2013. Convert with Content: How to Use Instagram as a Business + 8 Tips to Grow Your Following. Accessed on: December 18, 2013. Link: http://www.convertwithcontent.com/instagram-business-8-tips-grow/

  2. Frasco, Stephanie. 2013. Convert with Content: The Value Of An Instagram Photo Accessed on: December 18, 2013. Link: http://www.convertwithcontent.com/instagram-photo-value/

  3. Smith, Craig. 2013. Digital Marketing Ramblings: How Many People Use 340 of the Top Social Media, Apps & Tools? (December 2013). Accessed on: December 18, 2013. Link: http://expandedramblings.com/index.php/resource-how-many-people-use-the-top-social-media/2/

  4. Davoult, Thibaut. 2013. Nitrogram: The 5 Most Innovative Instagram Contests and Campaigns of 2013 (so far). Most Innovative Campaign and Contest on Instagram. Accessed on: December 19, 2013. Link: http://nitrogr.am/blog/most-innovative-instagram-contests-2013/

  5. Honigman, Brian. 2013. Social Media Examiner: 3 Ways to Grow an Instagram Community Accessed on: December 20, 2013. Link:  http://www.socialmediaexaminer.com/instagram-community/

Previous Story

App SwiftKey Hadir di Dalam Sistem Hiburan Mobil Clarion AX1

Next Story

Layanan Photo Sharing untuk Traveling Burufly Hadirkan Aplikasi untuk Platform iOS

Latest from Blog

Don't Miss

utimaco-hadirkan-solusi-keamanan-data-terkini-untuk-pelaku-industri-di-indonesia

Utimaco Hadirkan Solusi Keamanan Data Terkini untuk Pelaku Industri di Indonesia

Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil melebihi 5% sejak
Meta sedang siapkan chatbot AI untuk produk-produknya

Meta Segera Luncurkan Chatbot AI dengan Banyak Kepribadian

Sejak ChatGPT diluncurkan November tahun lalu, chatbot AI terus menjadi